FESTIVAL BUDAYA BAHASA DAN AKSARA

Tonja Hibah Dilihat: 344

Dana Diajukan
Rp 138.110.000
Dana Dikoreksi
Rp 25.000.000
Dana Disetujui
Rp 25.000.000

Proyek Berjalan
Tahap 7 dari 7
Kategori Dinas Kebudayaan Kota Denpasar
No. Proposal -
Tahun Anggaran 2022
Download Proposal
Organisasi Pengusul
ACARYA MEDIA NUSANTARA
Jalan Ratna, No. 71 Denpasar
Tonja
Denpasar Utara

Deskripsi


Latar Belakang

Pergulatan entitas di Indonesia semakin hari kian memprihatikan. Sentimen berlebihan yang dibungkus Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) menjadi penyebabnya. Terlebih lagi reproduksi pemberitaan bohong (hoaks) yang masif disebar secara viral di media sosial menyebabkan saling silang pendapat tak terhindarkan. Sehingga tidak mengherankan ujaran kebencian, saling fitnah, benci membenci, emosional, ketersinggungan dan salah tafsir di media sosial sebagai percakapan global saat ini menjadi potretnya betapa buramnya kebhinekaan dan keberagaman yang selama ini digaungkan oleh berbagai tokoh Negara dan Bangsa. Isu Agama, menjadi sensitif dan vital di negeri ini. Terlebih rentan sekali ditunggangi oleh kepentingan politik praktis hingga menjurus perebutan sektor ekonomi. Umat lintas agama pun di adu doba sedemikian rupa. Berita, antara fakta, opini dan kebohongan sulit lagi ditebak. Konten seperti itu didesain oleh oknum provokator untuk menghancurkan benteng perstauan daan kesatuan Indonesia di bawah 4 konsensus dasar bernegara yakni UUD, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Sesungguhnya hal itu bisa diantisipasi jika budaya literasi masyarakat khususnya pemeluk umat di Indonesia paham. Baik literasi di bidang agama, media, budaya dan pendidikan. Kenneth Primrose, ketua studi agama, moral, dan filosofis pada Robert Gordon's College di Skotlandia menekankan pentingnya peningkatan menganalisis titik temu antara agama dan kehidupan sosial, politik, dan budaya dari beragam sudut pandang. Orang yang melek agama akan memiliki pemahaman dasar mengenai sejarah, teks-teks sentral, kepercayaan, serta praktik tradisi keagamaan yang lahir dalam konteks sosial, historis, dan budaya tertentu. Saat diwawancarai oleh On Religion terkait literasi agama, Adam Dinham, profesor di bidang Faith and Public Policy dari Goldsmiths, University of London, menyampaikan bahwa dalam mengajarkan hal ini, pengetahuan dasar mencakup tradisi dan keyakinan agama- agama yang ada adalah suatu kebutuhan. Penting bagi seseorang untuk mencari tahu seputar keyakinan berbeda di sekitarnya. Untuk melakukannya, orang itu harus melepaskan pandangan bahwa agama adalah hal yang tradisinya tidak pernah berubah. Dalam buku Religious Literacy Leadershipin Higher Education:An Analysis of Cha lenges of Religious Faith, and Resources for Meeting them, for University Leaders (2010), Dinham dan Jones menyatakan literasi agama penting untuk menangkal stereotipe dan membangun relasi yang baik di atas perbedaan- perbedaan yang ada. Stereotipe negatif terkait penganut agama tertentu berpotensi melahirkan keputusan dan kebijakan yang membatasi hak-hak seseorang. Sentimen Trump terhadap Muslim misalnya, memicu Presiden AS tersebut membuat kebijakan pembatasan imigrasi penduduk dari sejumlah negara. Berangkat dari hal di atas dan mencarikan titik temu dengan kondisi keberagamaan dan keberagaman d Indonesia, membangun budaya literasi dengan platfoam multi channel menjadi kebutuhan mutlak dan mendesak. Hal ini juga penting ada dalam agama Hindu. Sebagai salah satu agama yang diakui Pemerintah, literasi mengenai Hindu sejauh ini masih jauh api dari panggang. Akses informasi yang bisa dketahui oleh publik, khususnya umat Hindu sangat terbatas. Dalam artian masih menggunakan pola literasi konvensional (tradisonal). Padahal seiring perkembangan teknologi, literasi bisa ditransformasikan ke dalam bentuk konten kreatif berformat digital. Mulai dari e-book, video, audio, audiovisual, info grafis, foto, komik, emagazine, hingga media online. Dengan harapan nilai-nilai dan ajaran agama Hindu bisa diakses dan dipahami dengan utuh oleh semua pihak khuusnya umat Hindu. Untuk itu, kami dari penggiat literasi dibawah naungan Perkumpulan Acarya Media Nusantara hadir untuk menyikapi problem literasi agama khususnya yang dialami Hindu saat ini dengan mengadakan Program Kegiatan BHASKARA FEST. Perkumpulan ini terdiri dari generasi muda Hindu yang menaruh perhatian dan perubahan besar terhadp literasi Hindu di Nusantara. Kami, terdiri dari berbagai latarbelakang mulai dari jurnalis, sastrawan, penulis buku, pendidik, penggiat media sosial, kartunis, vidiografer, desain grafis dan pelaku IT. Besar harapan kami, bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan semua pihak yang perduli dengan SDM Hindu khususnya Pemerintah Kota Denpasar yang sangat berperan aktif dalam pelesterian budaya.

Tujuan

1. Mendorong budaya literasi masyarakat khususnya di kalangan umat Hindu. 2. Melahirkan penulis-penulis kreatif kontemporer di kalangan umat Hindu sesuai dengan perkembangan IT. 3. Membiasakan umat Hindu menyampaikan gagasan dengan kerangka berfikir yang sistematis dan kritis melalui medium tulisan. 4. Membuka cakrawala dan mindset umat Hindu dalam memberikan respon, kritik dan solusi atas masalah yang dihadapi di lingkungan sekitar. 5. Mengembangkan konten-konten yang mengandung nilai-nilai Hindu (tatwa, etika dan upacara) dalam bentuk tulisan dengan pemanfaatkan internet dan media sosial. 6. Pelaksanaan lomba – lomba tingkat SMP hingga SMA/SMK untuk meningkatkan peran generasi muda akan kepedulian dan pemertahanan tradisi – tradisi luhur hindu.

Lokasi Kegiatan

DENPASAR


Perkembangan Proposal


Waktu Status Keterangan
29 Jun 2022, 10:55 Pemeriksaan Kelengkapan oleh Bagian TU telah selesai Kekurangan : - Ttd Camat dan Lurah - Foto Copy E-KTP Sekretaris dan Bendahara - Foto Copy Rekening BPD a.n Perkumpulan Acarya Media Nusantara - Foto Dokumentasi Kegiatan - No Surat Pengantar / Proposal
29 Jun 2022, 10:58 Pemeriksaan oleh Walikota telah selesai Kekurangan : - Ttd Camat dan Lurah - Foto Copy E-KTP Sekretaris dan Bendahara - Foto Copy Rekening BPD a.n Perkumpulan Acarya Media Nusantara - Foto Dokumentasi Kegiatan - No Surat Pengantar / Proposal
04 Jan 2024, 14:17 Klasifikasi sesuai SKPD oleh Tim Pertimbangan telah selesai Proposal didisposisikan ke SKPD yang berkaitan dengan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar
04 Jan 2024, 14:18 Rekomendasi Dana oleh SKPD telah selesai Rekomendasi Dana: Rp 25.000.000
Keterangan: Disetujui dan diproses sesuai arahan Pimpinan
04 Jan 2024, 14:37 Verifikasi Proposal oleh Tim Pertimbangan telah selesai Nilai Dikoreksi: Rp 25.000.000
Keterangan: Disetujui
04 Jan 2024, 14:37 Verifikasi Proposal oleh TAPD telah selesai Nilai Dikoreksi: Rp 25.000.000
Keterangan: Disetujui Paha Hibah Perubahan 2022
04 Jan 2024, 14:39 Verifikasi oleh Walikota telah selesai Disetujui

Galeri